Moderasi : Tentang Perubahan dan Persatuan
sc : Kirab Kebangsaan Kelurahan Gelangan
Sudah banyaknya upaya terutama moderasi antar umat beragama. Bhinneka Tunggal Ika, merupakan dasar bagi masyarakat Indonesia menjaga keluhuran martabat dengan implementasinya, contoh : Kirab Kebangsaan Kelurahan Gelangan.
Pada awalnya, kirab ini digagas untuk kami sesama warga masyarakat saling peduli terhadap warga yang lain, melihat banyaknya warga pendatang, maka dibuatlah suatu acara untuk masyarakat sekitar bisa berkumpul dan berdinamika. Banyaknya persiapan yang harus dilalui untuk membuat acara lancar sebagaimana mestinya.
Saya termasuk salah satu orang yang tergabung dalam Organisasi Muda Katolik di Kelurahan Gelangan, lebih tepatnya adalah berada di regional Paroki Ignatius pada wilayah St. Geovanni. Pada wilayah kami, banyaknya kontribusi dari para senior terutama dalam mengembangkan ide para remaja yang sangat excited untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.
Dimulai pada dhawuh romo yang memiliki gagasan, bagaimana Kirab ini bisa dilaksanakan serta OMK ( Orang Muda Katolik ) di wilayah ini juga memiliki ciri khas yang unik serta kemenarikan tersendiri.
sc : Kirab Kebangsaan Kelurahan Gelangan
Yang terkesan menurut saya adalah dalam hal pengerjaannya, kami dapat menjalani benar-benar apa itu panggilan terhadap kesanggupan dan tanggung jawab tiap tiap individu. Dimana kami memulai pada penyusunan gagasan, ide, tahap eksekusi yang ada pada penjaringan masukan atau pendapat dari orang muda ke yang tua ataupun sebaliknya. Menghargai dan semakin terlibat, itu yang ingin saya angkat dalam topik pada kali ini.
Menghargai dan semakin terlibat dalam wilayah kami baru saja terlihat dalam beberapa waktu ini, dimana Orang Muda Katolik benar- benar aktif dalam semakin mengupayakan dan menyanggupi beberapa tugas gereja. Memang banyaknya tantangan kami yang berusaha untuk merekatkan ataupun menjadikannya suatu hadiah berkat sehingga kami dapat semakin berkontribusi lebih banyak lagi lewat orang-orang yang mungkin belum bisa berpartisipasi.
Ini bukan perihal kepercayaan, namun kesadaran bagaimana mereka bisa mengusahakan dan menciptakan suatu acara dapat berjalan dan berhasil. Menurut saya itu adalah upaya yang sangat bagus, dan awal dari pembentukan karakter masing- masing anggota, dikarenakan OMK ( Orang Muda Katolik ) di wilayah St. Geovanni, rata rata berjenjang SMA- Belum menikah.
Dari acara ini, banyak yang harus diceritakan pada khalayak, terutama adalah elemen masyarakat Islam sekitar, serta elemen masyarakat Kristen yang bersatu padu serta sama- sama memberikan hantaran dalam bentuk apapun itu.
sc : Kirab Kebangsaan Kelurahan Gelangan
Belum sering menjajal makanan ini kan? Nah itu sebenarnya yang sangat dirindukan masyarakat, kita bisa berkumpul dan tentunya adanya makanan tradisional yang biasanya disajikan seperti gambar diatas ini.
Saya sebagai fotografer pada acara itu, benar- benar leluasa dapat melihat acara dari mulai barisan depan sampai dengan belakang tanpa hambatan. Itulah keuntungan, kenapa banyak orang- orang yang lebih suka menjadi fotografer, He he..
Nah, disana kami juga mengadakan berbagai prosesi, antara lain adalah acara yang paling ditunggu. Iya, benar sekali, makan-makan. Ada ubi, ada gethuk, ada kluban, dan banyaknya makanan yang disajikan. Wah terkesan menarik bukan?
Sangat menarik kegiatan moderasi semacam ini, terutama bagi kita generasi milenial yang pasti memang saatnya mengetahui, menggali bahkan mengenali perbedaan sebagai kekuatan keragaman kita. Dengan ini, kami pun bisa menghargai apa yang telah dihasilkan dan apa yang telah diusahakan kita lewat tampilan yang berusaha kita sampaikan dengan sepenuh hati.
~ Penuh welas asih, ndhalem. Semoga semua umat berbahagia, dan dapat mengusahakan serta mengupayakan kedamaian.
Comments
Post a Comment